Kamis, 05 Januari 2012

DAKWAH DALAM KEPEMIMPINAN


                               
       I.            PENDAHULUAN
Islam sangat mementingkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas tinggi. Sejarah telah membuktikan bahwa Islam berkembang dalam pesat sekali dan mendapat tempat dihati umat karena pemimpinnya benar-benar dapat memahami dan menghayati hakikat ajaran Islam secara konprehensif, terutama dalam masalah Akidah, Ibadah, Akhlak, dan Muamalah.
Kepemimpinan dakwah sebagai sebuah upaya kongkrit untuk membangun kekuatan dakwah perlu dikembangkan menjadi sebagai ilmu terapan yang memuat aspek-aspek historis, empirik, dan idea. Kepemimpinan dakwah merupakan bagian integral dari kepemimpinan Islam dan dapat mengangkat tema-tema yang diproyeksiakan dari nilai-nilai filosofi kepemimpinan Islam baik secara global maupun parsial .

    II.            RUMUSAN MASALAH
A.     Definisi kepemimpinan dan Unsur-unsur kepemimpinan
B.     Nilai-nilai Kepemimpinan

 III.       PEMBAHASAN
A.     Devinisi kepemimpina dan Unsur-unsur kepemimpinan
Kepemimpinan sebagai seni atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusias .Kepemimpina adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga orang lain tersebut bertingkah laku sebagai mana dikehendaki oleh pemimpin tersebut.[1]
Pengertian kepemimpinan  merupakan suatu diskripsi tentang kegiatan seseorang yang dinilai sebagai pemimpin dan yang memiliki ciri-ciri:
1.      Posisinya sebagai pusat peran nya
2.      Sebagai pemberi arah
3.      Sebagai penggerak aktifitas kelompok
4.      Memberikan bentuk dalam kegiatan
Pengertian kepemimpinan  lebih dititik beratkan pada segi fungsi dari pada segi struktur. Oleh karena itu,pengertian kepemimpinan merupakan cirri-ciri aktifitas seseorang yang dapat mempengaruhi pengikutnya serta merupsakan instrument agar dapat merlancarkan suatu aktifitas untuk mencapai tujuan. Dari beberapa pengertian tentang kepemimpinan ini dapat dimekarkan sehingga tidak hanya kemauan untuk bekerja tetapi kemauan bekerja dengan semangat dan yakin.
 Semangat mencerminkan hasysrat, kesungguhan, dan intensitas dalam pelaksanaan pekerjaan, rasa yakin mencerminkan pengalaman dan kemampuan teknis. Memimpin berarti membinmbing, melaksanakan mengarahkan mendahului. Para pemimpin bertindak membantui kelompok untuk mencapai tujuan dengan mendaya gunakan kemampuan cara maksimum.
Kepemimpina ada yang bersifat resmi(formaledrsip),yaitu kepemimpinan yang tersimpul didalam suatu jabatan.Sedangkan kepemimpinan yang tidak resmi, mampunya ruang lingkup tanpa batas-batas resmi, skarena kepemimpinan demikian didasarkan atas pengakuan atas kepercayaan masyarakat.

B.     Nilai-Nilai Kepemimpinan Dakwah
Nilai-nilai kepemimpinan yang harus dimiliki oleh pemimpin dakwah adalah sifat, ciri atau nilai-snilai pribadi yang memungkinkan orang orang lain yaitu para pelaksana dakwah tertarik dan terpikat kepadanya dan oleh karnanya mereka bersedia melakukan tindakan tindakan dan perbuatan yang dinginka oleh pimpinan itu dalam rangka dakwah. Disamping itu nilai-nilai pribadi harus memungkinkan pemimpin tersebut dapat menjalankan fungsi dan tugasnya selaku pimpinan dakwah dengan sebaik-baiknya. Oleh karna itulah maka nilai-nilai pribadi yang hendaknya dimiliki oleh pemimpin dakwah itu mestilah berhubungan erat dengan tujuan dakwah. Dakwah itu sendiri serta usaha- usaha dan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan.[2]

  • Ciri atau nilai yang hendaknya dimiliki oleh pemimpin antara lain:
1.      Berpandangan jauh kemasa depan.
2.      Bersikap dan bertindak bijaksana
3.      Berpengetahuan luas
4.      Bersikap dan bertindak adil
5.      Berpendirian teguh
6.      Mempunyai keyakinan bahwa misinya akan berhasil
7.      Berhati ikhlas
8.      Memiliki kondisi fisik yang baik
9.      Mampu berkomunikasi


  IV.            KESIMPULAN
 Pada hakikatnya kepemimpinan merupakan perwujudan eksistensi menusia sebagai kholifah maupun dalam fungsinya sebagai hamba Allah dimuka bumi. Dalam arti kata mengimplementasikan secara positif  hubungan vertical dengan Allah, dan hubungan horizontal sesama  manusia dan  Alam sekitarnya mengingat beratnya tugas pemimpin dalam pandangan Islam, maka seyogianyalah setiap pemimpin meningkatkan mutu ilmu pengetahuan dengan memperluas cakrawala berpikir serta mempertajam daya nalar seirama dengan kemajuan zaman dan perkembangan masyarakat. Insyaallah Islam akan tetap jaya ditangan pemimpin yang beriman, berakhlak dan berilmu pengetahuan.           
Seperti yang kami ambil contoh dari kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, beliau menjadi seorang pemimpin yang jauh dari kemewahan. Khalifah Umar bin Abdul Aziz anti menggunakan kekerasan dalam pemerintahannya, ia memerintah dengan lemah lembut tapi tegas terhadap segala penyimpangan. Ia tidak melakukan ekspansi untuk menyebarluaskan Islam dengan pedang ia lebih suka menjalankan misinya dengan damai dengan mengajak pemeluk kepercayaan lain untuk mengikuti ajaran Islam melalui kebaikan-kebaikan dan menunjukan akhlak yang terpuji serta gaya kepemimpinan yang egaliter dan merakyat, sehingga pada masanya seluruh orang di Afrika Utara dan kaum ningrat Sind memeluk agama Islam dengan kemauan mereka sendiri.
Pedoman  kepemimpinan dari Umar bin Abdul Aziz selalu mengamalkan ajaran Islam dengan menjunjung tinggi Al-quran, hadits dan sifat yang dimiliki oleh Umar bin Abdul Aziz sistem pemerintahan yang adil dan amanah, sistem pemerintahan di masa Daulah Umayyah maupun Daulah Abbasiyah setelahnya telah porak poranda karena diisi oleh khalifah-khalifah yang tidak adil, korup, bermoral rendah dan menyukai kemewahan duniawi. Beliau telah mengangkat kembali nama Islam dengan menegakkan system pemerintahan yang adil dan demokratis.   
     V.            PENUTUP
Demikianlah makalah ini kami sajikan dengan keterbatasan pengetahuan yang kami miliki.Kritik yang konstruktif sangat kami harapkan.Semoga bermanfaat bagi pembaca umumnya dan pemakalah khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

·         Firdaus, Kepemimpinan kholifah Umar bin Abdul Aziz, Jakarta: Kramat Jaya, 1988
·         Kayo, Khatip. Pahlawan Kepemimpinan Islam dan Dakwah, Jakarta: Amzah 2005






[1] Psikologi kelompok,Bimo walgito,2007,Yogyakarta:C .V andi offset.hlm102.
[2] Manajemen Dakwah,Abd Rosyad shaleh.1977,Jakarta:PT Bulan Bintang.hlm38.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar